Cara Ternak Gelatik Wingko “ Bisnis Yang Menjanjikan ”

Posted on

TutorialTani.Com – Pada burung gelatik wingko selain memiliki warna bulu yang begitu indah, burung ini juga memiliki variasi kicauan yang sangat unik serta crecetan yang lumayan rpat, maka dengan demikian burung itupun layak dijadikan sebagai masteran. Dalam segi perawatan pada burung ini pun tidak terlalu susah, karena burung yang memiliki nama latin Parus Cinereus ini mudah dalam beradaptasi dan tidak mudah stress.

Ternak Gelatik Wingko

Cara Ternak Gelatik Wingko “ Bisnis Yang Menjanjikan ”

Pada burung ini mempunyai warna bulu hitam, putih dan abu-abu. Yang pada bagian kepalanya hitam dengan bercak putih di sekitar pipih atau dibawah mata sayapnya berwarna abu-abu dengan corak hitam dan putih, pada bagian perut tengahnya berwarna hitam dan sisi kanan kirinya berwarna hitam. Yang sehingga burung gelatik wingko ini juga eksotis dan indah pada saat memandangnya.

Baca Juga:

Ciri-Ciri Burung Gelatik Wingko

berbeda halnya dengan burung gelatik jawa yang memakan biji-bijian, pada burung gelatik wingko ini memakan serangga-serangga yang kecil di alam aslinya yang dulu sering di temui di sawah-sawah dan hutan terbuka.

Pada burung gelatik wingko ini cukup mudah membedakan antara burung jantan dan betina, karena memiliki bulu warna yang sedikit berbeda yakni perbedaan diantaranya yaitu:

  • Burung Jantan
    Pada yang jantan ini memiliki warna hitam yang tegas pada bawah paruh sampai ke bagian perut dan pantatnya.
  • Burung Betina
    Sedangkan pada yang betina pada warna di bawah paruhnya tidak tegas seperti bercak-bercak hitam dan Cuma sebatas dada dan tidak sampai ke pantatnya.

Nah berikut ini langkah-langkah dalam berternak pada burung Gelatik Wingko yang perlu dilakukan yaitu:

Mempersiapkan Kandang

Hal yang pertam perlu dilakukan yakni persiapan kandang. Untuk ukuran kandang yang ideal ialah dengan ukuran 30 cm x 40 cm untuk setiap pasangnya. Untuk bahan yang dapat di gunakan dalam pembuatan kandang yakni kerangka besi atau kerangka kayu. Lalu ditutup dengan menggunakan kawat yang berukuran 1 cm x 1 cm. Yang atapnya dapat menggunakan asbes, seng, genting atau tripleks.

Supaya sinar matahari dapat masuk ke dalam kandang dengan maksimal, dalam hal ini disarankan untuk menggunakan kawat kasa. Sinar yang masuk dimanfaatkan untuk berjemur usai burung mandi, sebab burung ini suka membasahi bulunya dengan air.

Persiapan Indukan

Untuk memulai penangkaran ada beberaoa hal yang perlu dipersiapkan secara baik dan benar yang salah satunya ialah dalam pemilihan calon induk. Supaya penangkaran dapat berhasil dengan cukup baik, maka penentuan induk sebagai F1 perlu juga yang benar-benar terbaik. Dalam hal ini menentukan induk tersebut pengetahuan dasar tentang jenis kelamin, tingkah laku dan umur burung akan sangat berperan.

Apabila dapat mendapatkan indukan yang bagus tentunya upaya penangkaran bisa berjalan dengan maksimal. Indukan yang baik hal ini tentunya berasal dari burung yang baik pula. Yang umumnya burung yang baik tersebut bisa diperoleh dari penangkar yang sudah sukses. Dan harus diketahui juga bahwa kesuburan, warna dan hal yang lainnya bersifat genetis diturunkan dari induk ke anaknya sehingga dari induk yang baik akan bisa diperoleh anakan yang baik juga. Dari induk seperti ini kita sudah mendapatkan 50% keberhasilan, sisanya tergantung bagaimana cara kita dalam merawatnya.

Proses Perjodohan

Begitu setelah mendapatkan sepasang gelatik wingko yang dewasa, langkah selanjutnya yakni perjodohan dapat dilakukan dengan cara menempelkan kedua sangakar burung jantang dan burung betina selama beberapa hari. Apabila beberapa hari kemudian mereka terlihat saling mendekati atau terkadang saling mengejar maka sudah waktunya untuk menyatukan mereka ke dalam kandang penangkaran.

Pemeliharaan

Adapun begitu indukan betina bertelur, burung jantan akan berjaga di luar sarang atau mencari dan memberi pakan kepada burung betina yang sedang mengerami telurnya. Dalam hal demikian itu pakan yang diberikan harus full serangg misalnya jangkrik yang berukuran kecil dan ulat hongkong. Dalam memberikan pakan tersebut tidak ada batasan. Jadi burung dapat mengkonsumsi serangga ia inginkan.

Setelah dierami induk betina dalam waktu 12 hingga 15 hari, maka pada telur –telur tersebut manjadi piyikan. Pada tahap ini kedua induk akan merawat dan memberi anak-anaknya. Dalam masa itu kedua induk akan bergotong royong mengeluarkan kotoran dalam sarang, supaya anak-anaknya merasa nyaman dan sarang dapat terhindar dari parasit atau bakteri.

Setelah mencapai usia 16 hingga 22 hari, burung mudah mulai meninggalkan sarangnya, meski belum mampu mencari makan sendiri. Namun beberapa hari kemudian, bisanya umur 25 hari mereka sudah dapat mandiri dan dapat dipisahkan dari kedua induknya. Pada gelatik wingko termasuk terbilang santa produktif dalam perkembangbiakannya. Dalam sekitar 1 minggu setelah anak-anaknya mandiri induk betina akan bertelur lagi. Akan tetapi kondisi tubuh pada indukan sebenarnya mulai melemah. Karena itu dianjurkan untuk memisahkan kedua induk selama 2 hingga 4 hari, tetapi sangkar keduanya tetap didekatkan. Pada saat itulah kedua indukan perlu diberi suplemen hal ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi tubuhnya.

Pada masa istirahat 2 hingga 4 hari bagi kedua induk dapat dimanfaatkan untuk membersihkan kandang penangkaran, termasuk kotak sarang dengan cara mencucinya. Dan untuk bahan sarang yang alam sebaiknya dibuang dan digantu dengan bahan sarang yang baru. Setelah semua kondisinya kembali membaik, pada burung dapat disatukan kembali dalam kandang penangkaran, karena selama masa istirahat burung tetap berdekatan, maka tidak diperlukan proses penjodohan ulang. Begitu dalam waktu seminggu setelah disatukan kembali biasanya induk betina akan bertelur kembali.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Ternak Gelatik Wingko “ Bisnis Yang Menjanjikan ” semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂