Teknik Panduan Mengatasi Penyakit Pada Ternak Kerbau

Posted on

TutorialTani.Com – Hewan kerbau ialah hewab yang masih termasuk keluarga bovinae dan memiliki kebiasaan berendam di sungai atau dilumpur. Walaupun kerbau kebanyakan disebut dengan kerbau rawa, kerbau ada juga yang liar dan ada yang di domestikasikan ( jinak ). Hal ini berbeda sekali dengan sapi, kerbau juga memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit jika dibandingkan dengan sapi dan dapat hidup lebo efisiensi dalam masa kekurangan pakan.

Penyakit Hewan Kerbau

Teknik Panduan Mengatasi Penyakit Pada Ternak Kerbau

Mengenai jenis penyakit yang biasa menyerang pada hewan kerbau ialah seperti penyakit SE, Entrotoksemia, Antrak, Fasciolosis, MCF dan Surra. Namun beberapa tahun terakhir ini telah ditemukan penyakit yang hanya disebabkan oleh bakteri seperti Antrak dan Ngorok ( SE ). Sedangkan penyakit yang umum terjadi di karenakan stress akibat panas, kekurangan gizi, pakan yang tercemar cendawan dan serangan agen penyakit ( bakteri, cendawan, parasite dan virus ). Untuk mengenali penyakit yang berbahaya yang menyerang ternak kerbau ada dua diantaranya ialah berikut ini.

Baca Juga :

Penyakit Antrak

Antrak atau radang limpa merupakan penyakit yang menular dapat bersifat akut dan perakutan dapat menyerang berbagai jenis ternak pemamahbiak ( kuda, ruminansia dan lainnya ). Tetapi hewan yang berdarah dingin tidak akan terserang.

Penyebab dari penyakit ini ialah Bacillus antracis, bersifat gram positif, berbentuk panjang lurus, berukuran besar dan bisa menghasilkan spora. Faktor predisposisi seperti hawa dingin, kurang nutrisi dan keletihan.

  • Pengendalian

    Serangan penyakit antrak bisa dikendalikan melalui pencegahan, pengobatan dan pemberantasan dengan baik dan benar.

  • Pencegahan

    Untuk pencegahan bisa dilakukan dengan vaksinasi pada semua ternak di daerah enzootik yang dilakukan dengan pengawasan ketat dan melakukan terhadap hewan yang terserang atau di asingkan di suatu tempat tertentu.

  • Pengobatan

    Bagi hewan yang sudah terserang penyakit dapat dilakukan dengan penyuntikan antiserum dengan dosis pencegahan, suntikan antibiotik untuk gram positif, kemoterapeutika atau ketiga-tiganya. Untuk pemberian anti serum bertujuan pengobatan dapat mengkombinasikan dengan pemberian tersebut, hal ini harus sesuai petunjuk dalam melakukan mengaplikasiannya.

Penyakit Ngorok ( SE )

Penyakit ngorok atau Septicemia Epizootica ( SE ) dan Barbone. Penyakit ini akan menyebabkan Pasturella multocoda tipe tertentu, yang secara umumnya berjalan akut dengan angka kematian yang tinggi seperti antrak namun tidak bersifat zoonosis. Penyakit ini bukan hanya menyerang kerbau melainkan seperti sapi, kuda dan ruminansia kecil. Pada kerbau yang mengalami stadium terminal akan menunjukan gejala mendengur, karena mengalami pembengkakan pada daerah sub mandobula yang bisa menurunkan produktivitas dan menimbulkan kematian.

Pengendalian

Usaha untuk pengendalian bisa dilakukan dengan pencegahan, pengobatan dan pemberantasan.

Pencegahan

  • Untuk daerah SE dapat dilakukan pencegahan dengan peraturan yang ketat terhadap pemasukan hewan.
  • Untuk daerah yang tertular hewan sehat dengan di vaksinya sedikit 1 kali dalam setahun untuk menghindari berbagai macam penyakit yang menyerang.
  • Pada hewan yang terserang sakit bisa dilakukan pilihan antara lain memberikan antiserum, antibiotika, kemoterapika atau ketiganya.

Pemberantasan

  • Pada keadaan sporadic dilakukan pemberantasan pada hewan sakit dan penyuntikan terkena sakit dengan antiserum SE.
  • Hewan yang terjangkit dapat juga dilakukan dengan vaksinasi dan melakukan pemberian imunisasi aktif pada daerah yang terserang penyakit SE.
  • Tindakan pengendalian berikutnya sebaiknya mengikuti peraturan kebijakan veteriner yang berlaku.

Demikianlah pembahasan mengenai Teknik Panduan Mengatasi Penyakit Pada Ternak Kerbau semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂