Inilah Teknik Pengendalian !! Hama Dan Penyakit Secara Biologi

Posted on

TutorialTani.Com – Dalam pnegendalian secara biologi merupakan suatu upaya pengendalian hama yang dilakukan dengan cara memanfaatkan atau memanipulasi musuh-musuh alami hama untuk dapat menurunkan populasinya. Dalam pengendalian hama secara biologi dalam pengertian ekologi didefinisikan sebagai pengaturan populasi organism dengan cara memnfaatkan dari musuh-musuh alami hama sehingga kepadatan populasi hama berada dibawah rata-rata.

secara biologis

Inilah Teknik Pengendalian !! Hama Dan Penyakit Secara Biologi

Pengendalian secara biologi ini merupakan proses pengendalian yang berjalan dengan sendirinya. Hal ini dikarenakan dalam teknik tersebut memanfaatkan mekanisme alami makhluk hidup, hama serangga selalu memiliki predator atau organism yang berada diatasnya dalam rantai makanan. Dengan cara memanfaatkan predator, maka populasi hama akan bias dikendalikan, untuk itu teknik pengendalian ini sebenarnya tidak butuh campur tangan manusia. Adapaun teknik pengendalian ini dengan menggunakan komponen-komponen pengendalian biologi sebagai berikut.

Baca Juga :

Pengendalian Biologi ( Parasitoid dan parasit )

Parasit ialah binatang atau organism yang hidup dalam organisme lain yang lebih besar. Parasit hanya bias tumbuh bila memakan atau menghisap cairan inangnya.

Sedangkan parasitoid ialah serangga yang inangnya merupakan serangga lain, jadi parasitoid tidak tergantung penuh pada inangnya dalam bertahan hidup.

Dalam penggunaan parasitoid sebagai media pengendalian hama memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :

  • Daya kelangsungan hidupnya cukup baik.
  • Parasitoid bias bertahan hidup walaupun dalam keadaan populasi yang rendah.
  • Hanya memiliki inang yang tidak terlalu luas.

Sedangkan untuk kelemahannya ialah :

  • Cuaca dapat mempengaruhi daya cari inang.
  • Parasitoid yang mempunyai daya cari inangnya baik biasanya jumlah telurnya sedikit.

Predator

Predator ialah organisme yang hidup bebas dan memburu organism yang menjadi mangsanya, bedanya dengan parasitoid ialah :

  • Parasitoid hanya membutuhkan satu inang untuk perkembangannya berbeda dengan predator yang membutuhkan banyak mangsa untuk bertahan hidup.
  • Pada parasitoid yang mencari inang ialah imago betina, sedangkan pada predator yang mencari mangsa ialah dua-duanya.
  • Predator mematikan mangsa untuk dirinya sendiri sedangkan parasitoid mematikan inangnya untuk keturunannya.
  • Ukuran tubuh parasitoid lebih kecil dari pada inangnya sedangkan predator ukuran tubuhnya lebih besar dari mangsanya.
  • Parasitoid bermetamorfosis secara sempurna sedangkan predator ada yang sempurna dan ada yang tidak sempurna.
  • Parasitoid menyerang inangnya pada stadium tertentu sedangkan predator memangsa semua stadium perkembangan mangsanya.
  • Parasitoid membutuhkan waktu yang agak lama untuk mematikan inangnya sedangkan predator mematikan mangsanya dalam waktu yang singkat.

Patogen

Untuk hama seperti ini jyga organisme lain, mempunyai ancaman penyakit yang disebabkan oleh jenis pathogen seperti virus, bakteri, cendawan, nematoda dan protozoa. Beberpa jenis pathogen dalam kondisi lingkungan tertentu merupakan factor mortalitas utama pada populasi hama serangga.

Dalam kemampuan membunuhnya yang baik pada serangga hama membuat sejak lama patogen digunakan dalam pengendalian secara biologi. Sedangkan untuk penerapan pengendalian hama secara biologi ini antara lain :

  • Introduksi

    Introduksi yakni dapat berarti usaha dengan memasukkan atau mengimpor musuh alami dari suatu daerah ke daerah lain. Cara ini disebut dengan cara yang cukup klasik dan banyak digunakan, sebagai contoh : Introduksi Tetrastichus Brontispae untuk mengendalikan hama Brontispa Longissima dari daerah jawa ke Sulawesi selatan.

  • Augmentasi

    Sedangkan augmentasi ialah merupakan teknik penambahan musuh alami dengan secara periodik agar meningkatkan jumlah dan pengaruh musuh alami pada hama tersebut.

  • Konservasi

    Konservasi merupakan usaha untuk mempertahankan atau melestarikan musuh alami hama disuatu daerah yang telah ada sebelumnya. Teknik ini bertujuan untuk menghindari cara pengendalian lain yang dapat merusak lingkungan sebagai contohnya penggunaan pestisida.

Demikianlah pembahasan mengenai Inilah Teknik Pengendalian !! Hama Dan Penyakit Secara Biologi semoga dengan adanya ulasan tersebut bias berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂