Hama Dan Penyakit Pada Ubi Jalar ?? Ini Dia Cara Pengendaliannya

Posted on

TutorialTani.Com – Dalam membudidayakan tanaman ubi jalar, tidak jarang bagi petani yang mengembangkan usaha ini mengalami kegagalan dalam panennya yang disebabkan oleh serangan hama dan berbagai penyakit pada tanaman. Untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman ubi jalar dilakukan berdasarkan jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman tersebut, sebab ada berbagai jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman ubi jalar ini.

ubi jalar

Hama Dan Penyakit Pada Ubi Jalar ?? Ini Dia Cara Pengendaliannya

Ada cara yang sederhaa yang dapat dilakukan untuk pengendaliannya yakni dengan menanam varietas yang tahan terhadap serangan penyakit. Selain cara tersebut masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh serangan hama dan penyakit pada ubi jalar.

Hama Tanaman Ubi Jalar

Untuk jenis hama yang sering menyerang tanaman ubi jalar ialah Cylas foricarius, nematoda meloidogyne sp dan hama penggerak batang omphisa anastomasalis.

Cara Pengendalian

  • Untuk hama dapat dikendalikan dengan cara menanam varietas yang memang tahan, dalam hal ini cara tersebut dapat dilakukan untuk mengendalikan hama tersebut. Dan selain itu juga hama tanaman ini dapat pula dikendalikan dengan cara menggunakan stek dari tanaman ubi jalar yang kodisi sehat dan tidak tertular dengan penyakit dari tanaman lainnya.
  • Sebelum stek tersebut ditanam, ada baiknya dicelupkan terlebih dahulu ke dalam cairan insektisida marshal yang sesuai dengan takaran yang  dianjurkan selama 2 sampai 3 menit, dalam pemberian furadan 3G bisa pula digunakan untuk mengendalikan hama tersebut dengan larikan 5 sampai 7 cm barisan tanaman.
  • Selain dari hal tersebut untuk pengendalian ham bisa juga dilakukan dengan pengairan yang cukup pada tanaman ubi jalar dan dengan melakukan rotasi tanaman. Hama juga dapat berkurang bila tanaman ubi jalar dipanen pada waktu yang tepat atau tidak terlambat.
  • Dan untuk mengurangi populasi hama, sebaiknya dalam membudidayakan tanman ubi jalar dalam kurun waktu 5 tahun hanya diperkenankan untuk menanam satu kali saja dan tidak menanam tanaman ubi jalar dalam kurun waktu 2 tahun secara berturut-turut pada areal yang sama. Dengan melakukan pergiliran tanaman hal ini bertujuan agar siklus hidup dari hama C. Formicarius dapat dihentikan, cara lain untuk mencegah serangan hama bisa dilakukan dengan menanam tanaman tumpang sari seperti buncis, labu dan lain sebagainya.

Penyakit Tanaman Ubi Jalar

Penyakit utama yang salah satunya yang sering menyerang tanaman ubi jalar ialah kudis ( scab ), jenis penyakit ini dapat disebabkan oleh cendawan Sphaceloma batatas ( Elsinoe batatas ). Penyakit juga merupakan salah satu jenis penyakit yang berada didaerah tropis, jika tanaman tersebut terkena penyakit jenis ini maka akan menurunkan hasil panennya hingga mencapai kurang lebih 30%.

Baca juga :

Cendawa sphaceloma batatas ini dapat tumbuh dengan subur pada kondisi yang lingkungannya lembab dan dengan memiliki curah hujan yang terbilang cukup tinggi. Secara umum tanaman ubi jalar ditanam dengan cara menggunakan stek dari stek tersebut cendawan ini dapat mudah menyerang tanaman ubi jalar. Penyakit ini juga bisa tumbuh subur pada kondisi cuaca dengan suhu 13 sampai 27 derajat celcius. Apabila tanaman tersebut terserang oleh penyakit ini ditandai dengan munculnya kudis pada daun tanaman ubi jalar. Pada awalnya kudis tersebut berbentuk bercak bundar sampai bentuk elips pada batang tanaman ubi jalar, lalu pada serangan berat bercak tersebut berubah menjadi ukuran hingga 1 cm.

Cara Pengendalian

  • Dengan cara menanam varietas tanaman ubi jalar yang tahan terhadap penyakit, dengan melakukan pergiliran tanaman dan melakukan perbanyakan bibit, menanam ubi jalar dengan stek yang terbebas dari penyakit, serta dengan memotong tanaman yang sakit dan kemudian membakarnya.

Demikianlah pembahasan mengenai Hama Dan Penyakit Pada Ubi Jalar ?? Ini Dia Cara Pengendaliannya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih atas kunjungannya. 🙂