Tanaman Bawang Merah Anda Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya

Posted on

TutorialTani.Com – Tanaman Bawang Merah ( Allium cepa var ascalonicum L Back ) merupakan sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan didunia berasal dari Iran, Pakistan dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, kemudian dibudidayakan didaerah dingin yang bersub-tropis maupun tropis, umbi bawang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur.

bawang merah

Tanaman Bawang Merah Anda Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya

Seperti halnya tanaman yang lainnya tanaman bawang merah ini juga tidak terlepas dari serangan hama dan penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan juga menurunkan kualitas hasil panen. Nah berikut ini jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah dan cara untuk pengendaliannya, simak ulasannya dibawah ini.

Baca Juga :

Hama Tanaman Bawang Merah

hama

Ulat ( Agrotis Ipsilon )

Jenis hama ini menyerang tanaman bawang merah pada bagian bawah tanaman seperti akar, umbi bawah, biasanya serangan terjadi pada waktu matahari mulai tenggelam, apabila siang hari ulat tanah ini bersembunyi didalam tanah untuk menghindari terik matahari, tanaman bawang merah yang terserang ulat tanah ini akan tampak layu dan akhirnya mati.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida tabor yang berbahan aktif karbofuran ( furadan, regent ) dengan dosis 10-12 kg/ha. Untuk caranya ditabur ditanah atau dicampur saat pemupukan.

Ulat Grayak ( Spodoptera litura )

Hama ini menyerang tanaman pada malam hari, ulat grayak ini berasal dari telur serangga spodoptera litura yang berwarna putih kelabu, telur diletakkan didaun hijau, telur berwarna putih seperti kapas, lama masa injubasi sekitar 3 hari. Telur menetas menjadi larva kecil dan masuk ke daun bawang merah dan makan dari dalam daun, daun terlihat transparan dan berlubang bagian yang dimakan. Larva kecil bersembunyi didalam daun dan bila sudah besar bersembunyi didalam tanah. Pada serangan hebat dapat menghabiskan daun bawang merah dalam 2 malam.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan mengambil telur,ulat grayak dari daun dan dengan melakukan penyemprotan insektisida lannete hijau dan untuk ulat yang besar dengan menggunakan insektisida berbahan aktif klorfenapir.

Lalat Penggorok Daun ( Liriomyza Chinensis )

Hama ini bila menyerang tanaman bawang merah menusukkan telurnya ke daun tanaman tersebut, dengan ditandai bintik-bintik kecil lurus seperti ujung jarum. Selang 2 hari bintik-bintik itu membentuk garis lurus seperti berwarna putih dan lama-kelamaan daun mulai mengering. Bila serangan terlalu hebat hingga ke akar akan menyebabkan busuk dan mengeluarkan belatung.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif Abamectin ( demolish, agrimec ).

Tungau

Hama ini menyerang pada daun tanaman bawang merah dengan cara menghisap cairan pada daun sehingga daun menjadi kering dan akhirnya mati. Biasanya jenis hama ini menyerang tanaman bawang merah pada saat musim kemarau. Berkembang sangat pesat saat udara mulai panas. Untuk serangan yang begitu hebat daun terlihat kering dalam 3 hari dan tanaman pun menjadi mati.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan akatif Fenpropatrin ( meotrin 50 ec ) dengan dosis 20-30 ml/17 liter air, dengan interval 5 hari.

Penyakit Tanaman Bawang Merah

penyakit

Penyakit Cekik ( Dumping off )

Penyakit ini sering menyerang tanaman muda yang ditanam dari biji sewaktu masih dipersemaian cendawan ini menyerang bagian tanaman dibawah tanah hingga leher batang ( bagian permukaan tanah ) hingga akar dan leher batang busuk dan mengering. Selanjutnya tanaman itu akan layu mendadak tanpa memberikan gejala menguning pada daunnya. Penyakit ini ditularkan melalui biji.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan memberikan perlukaan pada bijinya sebelum akan ditanam.

Penyakit Mati Pucuk

Penyakit ini mula-mula menyerang ujung daun hingga warnanya menguning, kemudian sel-selnya mati dan mengering. Kemudian gejala menjalar ke bawah sampai kurang lebih 15 cm. pada bagian daun yang kering ini akhirnya terlulai ke bawah sambil membentuk pilin. Penyakit ini disebarkan melalui udara dan bersembunyi dalam tanah. Serangan dapat timbul setiap saat ketika tanaman mulai berumur ½ bulan.

Penyakit Trotot ( Downy Mildew )

Penyakit satu ini dapat menyerang secara sistemis atau local dan sebarluaskan dengan udara. Tanaman yang terserang daun akan menjadi pucat serta menguning. Apabila udara lembab daun yang terserang akan menunjukkan gejala seperti bintik-bintik berwarna ungu. Bila udara kering akan menunjukkan bintik-bintik putih sedemikian rupa. Sehingga daun tersebut bintik-bintik besar. Serangan ini akan muncul pada kondisi kelembaban udara yang tinggi dan suhu yang dingin antara 4-25 derajat celcius.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan pemanasan kering dengan suhu 41 derajat celcius selama lebih dari 4 jam pada umbi-umbi bibit diduga mengandung penyakit embun tersebut.

Penyakit Noda Ungu

Penyakit ini menyerang daun, tangkai bunga dan umbi bawang. Penyakit ini menyerang tanaman bawang melalui luka atau mulut kulit dan memberikan gejala bintik lingkaran konsentris warna ungu pada pusatnya yang melebar menjadi semakin tipis dan akhirnya berwarna abu-abu pada daerah sekitarnya.

Bagian yang rusak ini umumnya membentuk cekungan. Diduga penyebaran penyakit ini melalui umbi bibit dan percikan air dari dalam tanah. Gejalanya sering timbul bersama-sama dengan penyakit embun upas. Penyakit ini sulit diberatas tetapi pada bawang merah lebih tahan dari pada bawang Bombay, sehingga penyakit ini jarang ditemukan p[ada tanaman bawang merah.

Demikianlah pembahasan mengenai Tanaman Bawang Merah Anda Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya semoga dengan adanya ulasan tersebut bias berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂