4 Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Belut Usaha Sampingan Bernilai Tinggi Ekonomi

Posted on

TutorialTani.Com – Belut dalam alam liar umumnya ditemukan di sawah dan perairan segar lainnya yang dangkal dan berlumpur seperti tepi sungai, danau dan kolam. Di habitat alaminya, media hidup belut 80 % terdiri dari lumpur yang subur dan 20 % dalam bentuk air yang kaya oksigen.Belut yang berwarna kecokelatan, di mangsa habitat biasa pada cacing, siput, berudu / percil dan benih ikan. Sebagai jenis ikan, belut memiliki kemampuan beradaptasi lingkungan yang baik yang dapat ditemukan di dataran rendah hingga pegunungan dataran tinggi.

Untuk tumbuh optimal, belut membutuhkan rentang suhu air 25-31 ° C, pH (keasaman) 5-7, alkalinitas (kekerasan) 50-200 dan kandungan oksigen di atas 4 ppm. Belut termasuk hewan hermaprodit protogini, yaitu perempuan androgini ketika muda dan berubah menjadi laki-laki ketika dewasa.Belut kurang dari 30 cm biasanya perempuan androgini. Sementara belut laki-laki umumnya memiliki panjang tubuh lebih dari 30 cm. Dalam alami, belut dapat berkembang biak sepanjang tahun.

Persiapan Kolam Belut
Berbeda dengan kolam ikan pada umumnya, untuk belut umumnya relatif kecil. Belut berenang dapat dinding dan kolam lapisan terpal yang berkontruksikan rangkaian penyangganya terbuat dari bahan bambu, kayu atau besi. Sehingga belut dapat tumbuh secara optimal, belut untuk pembesaran idealnya memiliki persyaratan sebagai berikut :

Lokasinya di tempat yang teduh dan memiliki sumber air.

Memiliki lubang/pintu pengeluaran dan pemasukan air serta pengatur kelebihan air.

Berbentuk persegi panjang dan ketinggian dinding/kedalaman kolam sekitar 50 – 80 Cm dan ketinggian media plus airnya sekitar 40 – 60 cm.

Persiapan Media Budidaya
Ketika kolam sudah tersedia, kebutuhan berikutnya untuk mempersiapkan media yang umumnya terdiri dari komponen bersama seperti cincang jerami (20 bagian), cincang kedebong pisang  (20 bagian), pupuk kandang (20 bagian), humus / kompos (20 bagian), tanah (10 bagian) dan air.
Cincang jerami dan kebutuhan gedebong harus dikeringkan pisang (tidak termasuk kolam) sampai keringdan mudah dihancurkan.
Untuk mempercepat proses dekomposisi, dilarutkan dalam 10 ml mikrostater (EM4, Biotanah, Agrobost dll) ke dalam 5 liter air dan tuangkan ke dalam media sementara terbalik.
Gedebong cincang jerami dan lembut kering dan kemudian dicampur dengan pupuk kandang kering, humus atau kompos dan tanah sawah atau tanah kebun. Bolak-balik bahan ini untuk campuran atau di aduk hingga merata.
Masukkan campuran media ke dalam kolam hingga mencapai ketinggian 70 cm dan memasukkan air ke kolam sampai semua bahan terendam air.
Diamkan media selama 1 minggu kemudian media di asuk-aduk dan dibolak-balik sampai merata keluarkan air secara perlahan dari dalam kolam ganti air dengan yang baru, ganti air setiap 3 hari sekali pertahankan ketinggian air 2-3 cm di atas permukaan media.
Setelah dua minggu, media biasanya tidak terasa panas lagi dan air kolam sudah tampak jernih. Ini adalah tanda ketika bibit belut siap ditebarkan. Namun sebelum benih belut ditebarkan, sebaiknya tebarkan dulu pakan awal berupa cacing atau bekicot, yuyu, keong emas yang sudah direbus dan dicincang halus ke dalam media. Seminggu kemudian, benih belut siap ditebarkan.
Teknik Pembesaran Belut

Setelah media benar-benar siap (bila tangan dicelup tidak terasa panas) dan pakan awal sudah disediakan, belut bisa ditebarkan ke dalam kolam dengan kepadatan sesuai ukuran besaran belut.

Benih belut berukuran 1-2 cm padat tebarnya 500 ekor/m2, ukuran 2-5 cm (250 ekor/m2, ukuran 5 – 8 cm (100 ekor/m2), ukuran 15-20 cm (50 ekor/m2).

Selama pemeliharaan, setiap dua hari sekali belut perlu diberi pakan dengan dosis sebanyak 5 persen dari berat populasi.

Pakan yang diberikan bisa berupa ikan rucah, bekicot, keong, usus ayam atau yuyu yang sudah direbus dan dicincang halus. Sesekali pakan buatan berupa pelet yang sifatnya tenggelam bisa diberikan. Pakan sebaiknya diberikan menjelang malam hari.

Selain pemberian pemberian pakan, pengaturan air harus diperhatikan debit airnya meski debit kecil diusahakan air terus mengalir.

Panen

Masa pemeliharaan belut umumnya berkisar antara 4-6 bulan, sesuai tujuan pemeliharaan dan ukuran benih yang ditaburkan.

Panen dapat dilakukan secara rutin atau secara kolektif dengan menggunakan perangkap atau total panen untuk membongkar media.

Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari hanya dengan membuka lubang pembuangan air dan mengalirkan air dan lumpur dengan bantuan ember.

Belut tertangkap dengan tangan kosong dan dimasukkan ke dalam ember yang bersih.

Baca Juga :

Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Belut Usaha Sampingan Bernilai Tinggi Ekonomi Semoga Dapat Bermanfaat Dan Selalu Membatu Anda Semua Aminnnn ….. ^_^