Tanaman Bawang Putih Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya

Posted on

TutorialTani.Com – Bawang putih ( Allium sativum ) merupakan nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Tanaman ini memiliki sejarah penggunaan oleh manusia lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah dan sudah lama menjadi bahan makanan didaerah sekitar Laut Tengah serta bumbu umum di Asia, Afrika dan Eropa. Dikenal didalam catatan Mesir Kuno digunakan baik sebagai campuran masakan maupun untuk pengobatan. Umbi dari tanaman bawang putih ini merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan di Indonesia.

bawang putih

Tanaman Bawang Putih Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya

Dalam membudidayakan tanaman pastinya memiliki musuh yang dapat mengahambat pertumbuhan tak terkecuali pada tanaman bawang putih ini. Hama dan penyakit merupakan faktor yang paling besar dalam membudidayakan tanaman bawang putih karena dapat menurunkan kualitas tanaman tersebut dan dapat gagal panen. Hal tersebut perlu adanya tindakan dalam mengatasi permasalahan tersebut, nah berikut ini jenis hama dan penyakit dan cara pengendaliannya simak ulasannya dibawah ini.

Baca Juga :

Hama Pada Tanaman Bawang Putih

Ulat Grayak ( Spodoptera litura Dan Spodoptera exigua )

Hama ini dikenal dengan ulat grayak atau aemy worm, termasuk ordo Lepidoptera, family Noctuidae dan memiliki daerah penyebaran di Indonesia. Telur S litura diletakkan secara berkelompok pada permukaan bawah daun. Stadium telur 2-8 hari. Larva berwarna keabu-abuan dengan panjang larva instar akhir 50 mm.

Pupa berwarna coklat berada dalam tanah, stadium pupa 9-10 hari. Ngengat berwarna agak keabu-abuan. Tanaman inang s.litura ialah kacang tanah, tembakau, bawang merah dan ketela rambat.

Gejala

Larva memakan daun sehingga menjadi sobek, terpotong atau berlubang-lubang. Daun yang terserang terlihat transparan, jika tidak dikendalikan maka daun tanaman di areal pertanaman akan habis.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian pada hama ini yaitu :

  • Dengan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang.
  • Dengan penanaman secara serempak.
  • Pengolahan tanah yang baik untuk mematikan larva/pupa dalam tanah.
  • Pemusnahan kelompok telur dan larva.
  • Konservasi musuh alami seperti penggunaan parasitoid telur Telenomus spodopterae Dodd.

Trips ( Thrips tabaci )

Hama ini dikenal dengan Thrips bawang atau oni on Thrips termasuk family Thysanoptera, family Thripidae dan memiliki daerah penyebaran di Indonesia. Telur T. tabaci diletakkan dekat tulang daun, berwarna keputihan dengan stadium telur berkisar 4-10 hari. Nimfa dan dewasa menghisap cairan daun, pupanya terdapat dalam tanah dengan stadium 4-7 hari. Thrips dewasa kecil berwarna kuning kecoklatan dengan memiliki panjang 1,0 mm. tanaman inangnya ialah waluh, cabe, terung dan tomat.

Gejala

Hama ini menghisap cairan daun bawang, terutama daun-daun yang masih muda. Pada daun yang baru dihisap akan tampak bercak-bercak berkilauan dan luka bekas gigitan berupa bintik-bintik berwarna putih. Bintik-bintik tersebut akan menyatu sehingga warna daun tampak berkilau dan bagian pucuknya akan mati.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian pada hama ini dapat dilakukan dengan konservasi musuh alami yaitu penggunaan predator kumbang macan ( Menochilus sp. ).

Agrotis ipsilon ( Hufn )

Hama ini dikenal dengan ulat tanah atau black cutworm, termasuk ordo Lepidoptera, family Noctidae dan memiliki daerah penyebaran di Indonesia. A. ipsilon menimbulkan kerusakan pada tanaman muda. Larvanya memotong tanaman muda dengan stadium larva 19-20 hari. Pupanya berada dalam tanah dengan stadium pupa 11 hari. Daur hidupnya 6-8 minggu. Tanaman inang A. ipsilon merupakan tanaman sayuran muda seperti cabai, tomat dan jagung.

Gejala

Larva A. ipsilon memotong pangkal tanaman dan berada tidak jauh dari tanaman yang dipotong. Bila tanah dikorek-korek biasanya ditemukan larva tersebut dekat dengan tanaman yang diserangnya.

Cara Pengendalian

  • Dengan pencarian larva dan memusnahkannya.
  • Dengan penanaman serempak.
  • Dengan konservasi parasitoid larva Apanteles ruficrus hal Trituxys braueri ( DeMey ) dar Cuphocera varia ( F. )

Penyakit Pada Tanaman Bawang Putih

Barcak Ungu Atau Trotol

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah.

Gejala

Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu didaun dan tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya. Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian pada penyakit ini dapat dilakukan dengan menanam bawang dilahan yang memiliki dranasi baik dan dengan mengadakan pergiliran tanaman ( rotasi ) dan dengan melakukan penyemprotan fungisida.

Penyakit Antraknose

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes.

Gejala

Gejala serangan ialah ditandai dengan terbentuknya bercak putih pada daun yang selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian pada penyakit ini dapat dilakukan dengan cara mencabut kemudian dibakar dan dimusnahkan.

Bercak Daun Cercospora ( Cercospora duddiae )

Penyakit ini disebabkan oleh cercospora duddiae welles. Jamur ini memiliki konidium lurus atau agak bengkok, pangkalnya tumpul, meruncing ke ujungm hialin, memiliki banyak sekat.

Gejala

Mula-mula terjadi bercak klorotis, bulat, berwarna kuning dengan garis tengah 3-5 mm. bercak paling banyak terdapat pada ujung sebelah luar daun. Bercak-bercak sering bersatu pada ujung daun, yang pada sebelah pangkalnya terdapat banyak bercak yang terpisah, sehingga daun tampak belang. Ujung mengering dan mejadi cokelat kelabu. Bercak-bercak yang terpisah memiliki pusat yang terdiri atas jaringan mati.

Cara Pengendalian

Untuk pengendalian pada penyakit ini dapat dilakukan dengan menanam bawang dilahan yang memiliki dranasi baik dan dengan mengadakan pergiliran tanaman ( rotasi ) dan dengan melakukan penyemprotan fungisida.

Busuk Daun ( Peronospora destructor )

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Peronospora destructor.

Gejala

Kurang lebih pada saat tanaman mulai membentuk umbi lapis, didekat ujung daun timbul bercak hijau pucat. Pada waktu cuaca lembab pada permukaan daun berkembang kapang ( mould jamur ) yang berwarna putih lembayung atau ungu. Daun segera menguning, layu dan mengering. Daun mati yang berwarna putih diliputi oleh kapang hitam.

Cara Pengendalian

  • Dengan pemakaian benih yang sehat.
  • Jika penyakit banyak timbul, setelah panen, daun-daun dibakar. Tanah jangan ditanami bawang selama 3 tahun.
  • Tanaman disemprot dengan fungisida.

Demikianlah pembahasan mengenai Tanaman Bawang Putih Terserang Hama Dan Penyakit !! Ini Cara Pengendaliannya semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂