Cara Budidaya Kopi Ateng “Yang Bernilai Ekonomi”

Posted on

TutorialTani.Com – Dalam hal ini kopi ateng merupakan salah satu kopi yang sering dipilih untuk dapat dibudidayakan. Untuk jenis kopi ateng ini memiliki pohon yang pendek namun bisa berbuah dengan cepat dan juga dalam jumlah banyak. Inilah mengapa kopi ateng banyak di budidayakan di berbagai daerah.

Budidaya Kopi Ateng

Cara Budidaya Kopi Ateng “Yang Bernilai Ekonomi”

Untuk kopi ateng ini dapat mampu menghasilkan buah atau masa produktif dengan berbuah kopi yang berkualitas selama kurung waktu 10 tahun. Lalu dalam panen biasanya sudah bisa diambil setiap panen dalam kurun waktu 2 minggu. Oleh karena itu bagi para petani bisa 2 kali panen untuk setiap bulannya. Untuk harga itu sendiri berkisar antara 15-25 ribu untuk setiap kilonya untuk kopi basah, sedangkan untuk sudah dikeringkan harganya lebih mahal. Hasil panen perkiraan setiap 0,5 hektar dapat menghasilkan 200 kg kopi atau sekitar 16 kaleng yang setiap bulan. Apabila dirupiahkan maka hasilnya sekitar 3-4 juta untuk setiap bulannya.

Baca Juga:

Nah berikut ini langkah-langkah dalam cara membudidayakan kopi ateng, untuk lebih jelasnya simak ulasan dibawah ini.

Tahap Persiapan Pembibitan Kopi

Dalam teknik budidaya hal yang pertama yakni pembibitan dan persiapan lahan. Untuk bercocok tanam kopi, anda tentunya memerlukan lahan dan juga bibit kopi. Untuk lahan budidaya kopi ateng, disarankan anda memiliki lahan minimal 0,5 hektar. Untuk luas tersebut paling minimal untuk menanam kopi ateng dengan hasil yang lumayan. Lalu dipastikan perbandingan pohon pelindung di lahan dengan pohon kopi sekitar 1:4 sampai 1:8 dengan setiap 1 pohon pelindung untuk 4 pohon kopi. Apabila lebih, sebaiknya anda tebang pohon tersebut, lalu untuk teknik menanam, anda harus menyiapkan pupuk kandang sekitar 50 kg dan sebarkan natural glio, kemudian diamkan selama dalam waktu satu minggu.

Proses Pemilihan Bibit

Ada dua jenis bibit yakni bibit biji dari pembiakan secara generatif dan sambungan atau stek dari pembiakan secara vegetatif. Untuk semua cara dipastikan anda mengambil dari pohon yang sudah diketahui kualitasnya. Di pastikan anda menyimpan bibit dengan cukup baik sebelum pembibitan. Dalam proses penyimpanan bibit yakni disimpan dalam peti dengan lapisan kain yang diberi minyak terpenting dengan perbandingan 1cc setiap 100 cm2. Kemudian campurkan juga biji dengan bubuk arang dengan perbandingan antara 3:1.

Tahap Proses Penanaman

Dalam penanaman, terlebih dahulu dengan siapkan lobang tanam untuk bibit dengan ukuran persegi 60 cm2 atau 75 cm2 denga jarak 2,5-2,75 cm2. Lobang untuk bibit ini sebaiknya disiapkan 2 bulan sebelum ditanam bibit. Setelah lobang siap, sekarang waktunya untuk menanam bibit. Ada cara tanam untuk bibit kopi ini, dipastikan anda mendapat bibit yang berkualitas dari pohon yang bagus atau dari penangkar yang terpercaya. Dengan buatlah bumbunan atau kotak tanah untuk penyemaian. Untuk tebal lapisan pasir berkisar 4-6 cm saja. Lalu siram bibit tersebut dengan secara rutin namun sesuai dengan takaran yang cukup. Yang dalam kurun waktu sekitar 1 bulan akan tumbuh seperti kecambah kecil.

Pilihlah bibit yang baik untuk dipindah di polibag, dalam hal ini lakukan dengan secara berhati-hati supaya tidak putus pada awal-awal pembibitan karena sangat rapuh. Jangan lupa untuk lakukan pemupukan dengan NPK hingga umur 12 bulan. Kemudian tambahkan juga sepernasa dengan memiliki perbandingan 1 sendok:10 liter air. Gunakan 250 ml untuk setiap pohon, apabila sudah mencapai umur 4 bulan, kemudian seprotkan 2 tutup botol POC Nasa setiap bulan hingga umur 7-9 bulan. Setalah itu siap ditanam di lubang lahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Anda dapat menyiapkan lubang dan menyiapkan bibit pada saat berumur 5 bulan, sehingga pada umur 7 bulan lahan dan bibit siap digunakan untuk bercocok tanam.

Proses berikutnya dalam cara budidaya yakni penanaman, untuk diingat dalam penanaman dengan menggunakan cara menanam khusus supaya dapat tumbuh dengan baik. Untuk penanaman bibit yang sudah siap, sebaiknya ditanam saat musim penghujan. Di pastikan untuk jumlah bibit sesuai dengan luas lahan.

Untuk penyemaian sebaiknya dengan siapkan jumlah 1,5 hingga 2 kali jumlah rencana, karena tidak 100% semua bibit bisa tumbuh dan bertahan dengan baik. Untuk perawatan dipastikan anda dengan menyiramnya bibit yang sudah disemai sehari 2 kali dan kemudian bersihkan dari tanaman liar seperti rumput. Dan dipastikan tidak ada gangguan dari luar seperti ternak. Segara lakukan juga penyulaman apabila ada tanda-tanda tanaman akan mati atau tumbuh tidak normal.

Tahap Proses Pemeliharaan Dan Panen

Dalam proses pemeliharaan dipastikan jumlah air yang di dapat cukup terutama saat tumbuh sebelum menjadi pohon. Berikan air dan juga pupuk dengan secara teratur, apabila terkena penyakit maka segera obati sampai benar-benar sembuh supaya tidak menyerang pohon kopi yang lain. Dan untuk pemanenan sebaiknya tunggu sampai biji kopi benar-benar matang.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Budidaya Kopi Ateng “Yang Bernilai Ekonomi” semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂