Cara Budidaya Bunga Cempaka “ Yang Bernilai Ekonomi ”

Posted on

TutorialTani.Com – Bunga cempaka atau biasa disebut dengan bunga kantil telah lama dikenal di Indonesia yang merupakan tanaman hias yang mahal, tumbuh subur di seluruh pulau Jawa dan khususnya di daerah Jawa Tengah. Untuk saat ini pada tanaman kantil ini telah banyak dibudidayakan secara komersial meskipun hanya melalui cara-cara tradisional saja.

Budidaya Bunga Cempaka

Cara Budidaya Bunga Cempaka “ Yang Bernilai Ekonomi ”

Dari hasil pokok pada tanaman kantil ialah bunganya yang mengeluarkan bau harum, bunga kantil ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai acara baik yang bersifat magis, ritual, religious maupun dalam acara-acara biasa semacam ritual untuk perawatan kecantikan dan kesehatan.

Baca Juga :

Dalam hal ini telah membudaya dikalangan pedesaan maupun perkotaan sehingga membuat bunga kantil tersebut dalam kehidupan sehar-hari menjadi suatu idola dan keharusan tersedia di rumah untuk berbegai keperluan tersebut. Untuk pengadaan bibit kantil pada umumnya lebih banyak dilakukan dengan cara vegetatif yakni yang biasa melalui cangkok atau stek, pada polybag atau langsung dalam pot, nah untuk caranya yaitu sebagai berikut :

Teknik Tanam Kantil Di Dalam Pot

Peratama-tama pada pot diisi dengan tanah, pasir dan kemudian pupuk kandang yang telah matang dengan memiliki perbandingan 1:1:1. Pada pot media tanam secukupnya agar tidak tumpah sewaktu bibit kantil, kira-kira disisakan setinggi 15 cm saja. Sabut pembungkus bibit baik itu cangkokan maupun polybag stek dilepas dengan secara hati-hati supaya tidak mengganggu akarnya.

Berikutnya pada bibit ditanam di dalam pot dan kemudian diletakkan di tempat yang teduh, untuk sementara waktu. Lalu setiap satu tahun sekali 1/3 bagian tanah dalam pot wajib diganti dengan tanah yang baru yang telah dicampur pupuk kandang.

Menanam Kantil Di Pekarangan Rumah

Dalam penanaman dengan membuat lubang tanam dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm, yang pada masing-masing lubang diisi dengan memiliki perbandingan 3:1 lalu bibit ditanam dan kemudian diberi ajir atau pagar.

Perawatan

  • Penyiraman
    Pada tanaman yang masih muda perlu mendapat perawatan yang intensif berupa penyiraman yang teratur terutama di musim kemarau, sedangkan pada tanaman dewasa tidak dibutuhkan penyiraman terkecuali terjadi tanda-tanda kekurangan air pada tanaman tersebut.
  • Pemupukan
    Untuk waktu pemupukan yang sangat baik ialah pada awal musim hujan dan menjelang musim kemarau, untuk pedoman dalam pemberian pupuk ialah sebagai berikut :
    Untuk hama, penyakit maupun parasit ; kelompok hama yang menyerang buah atau penggerak buah dikenal dengan hama dari jenis ulat batik ( phyllocnites sp ), penggerak daun ( leaf blotch miners ) ialah sejenis ulat daun ( papilo memron ), kumbang, walang sangit ( leptocorisa acuta ), semut dan kutu serta berbagai penyakit lainnya dengan tanda awal yakni bercak coklat, yang disertai tumbuhnya banyak parasit / benalu.

Waktu Panen

Pada tanaman kantil yang sudah berusia dewasa yakni sekitar 1 tahun sudah bisa dipanen bunganya. Untuk cara penen yakni dengan memetik dengan memakai tangan atau bisa dapat pula dengan menggunakan galah. Dan untuk pemetikan disesuaikan dengan keadaan pasar atau permintaan dari pembeli, yang paling bagus ialah pada waktu sore hari.

Nb :

Dalam pemasaran pada bunga kantil bisa dilakukan dengan cara sangat mudah yakni dipasar tradisional pasar bunga / pasar kembang pasar tanaman hias atau ditepi jalan yang strategis hingga kepada para pengumpul bunga kantil.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Budidaya Bunga Cempaka “ Yang Bernilai Ekonomi ” semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat beguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂