8 Tahap Panduan Lengkap Cara Budidaya Durian Produksi Tinggi

Posted on

TutorialTani.Com – Komoditas tanaman buah musiman ini masih sangat mempunyai peluang bisnis yang bagus karena buah yang harum baunya ini sangat di buru dan di cari-cari. Buah yang lumayan mahal harganya ini sudah banyak di budidayakan akan tetapi kadang masih terasa kurang pasokannya di pasar atau di toko buah di sekitar kita, jadi budidaya durian masih mempunyai peluang bisnis yang sangat bagus. Simak di bawah ini cara budidaya buah durian yang baik dan benar.

Durian

8 Tahap Panduan Lengkap Cara Budidaya Durian Produksi Tinggi

Syarat Tumbuh

Iklim

Durian tumbuh dengan baik di daerah tropika basah dengan curah hujan > 2.000 mm/tahun dan tersebar merata sepanjang tahun dengan lama bulan basah 9-10 bulan/tahun dan 1-2 bulan kering sebelum berbunga. Intensitas cahaya 40-50%, dengan suhu 22-30ºC.

Ketinggian Tempat

  • Ketinggian tempat yang baik antara 100-500 M dpl, jika ditanam pada daerah yang lebih tinggi akan menurunkan mutunya.

Tanah

  • Tanaman durian akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5-7 dan optimum pada pH 6-6,5.
  • Kondisi drainase lahan harus baik, dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm dan 150-200 cm, karena akar durian sangat peka (busuk) bila terendam air.
  • Tanah grumosol dan andosol cocok untuk tanaman durian.
  • Tanah subur dan kaya kandungan bahan organik.

Budidaya

Pengolahan lahan

  • Lahan dibersihkan dari rerumputan, sisa tebangan, tanaman liar, kemudian dibajak/dicangkul.
  • Di sekitar kebun perlu dibuat saluran drainase guna menghindari adanya genangan.
  • Kegiatan pengolahan lahan dilakukan sebelum musim hujan.

Penanaman

  • Jarak 10 x 10 M untuk jenis durian genjah, dan 12 x 12 M untuk menengah dan jenis durian.
  • Lubang tanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm atau disesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi tanah, penggalian tanah bagian atas (20 cm) dipisahkan oleh bagian bawah tambang dan kiri selama 2-3 minggu.
  • Lubang tanam ditutup lagi, dengan tanah galian pada pertama kali memasuki setelah dicampur dengan pupuk kandang organik / kompos sebanyak + 30 kg / lubang.
  • Tanam musim hujan dilakukan di awal sore sehingga bibit sudah ditanam tidak langsung terkena sinar matahari.
  • Bibit ditanam sekitar 5 cm di atas pangkal batang dan diikat ke batang / bambu sehingga tanaman dapat tumbuh tegak.
  • Baru bibit ditanam harus diberi naungan untuk menghindari hujan deras sengatan matahari. Naungan dapat dibongkar setelah 3-5 bulan tanaman tua.
  • Tanah di sekitar tanaman dianjurkan di tutupi rumput / jerami sebagai mulsa tertutup, sehingga kelembaban tanah dapat stabil.

Pemeliharaan

  • Penyiangan, dilakukanuntuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman (1 m dari batang pohon) yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Penyiraman

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  • Tahap awal penyiraman pertumbuhan dilakukan setiap pagi dan sore hari, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama (terlalu basah).
  • Kebutuhan air selama vegetatif 4-5 L/hari dan selama produktif 10-12 L/hari.
  • Setelah tanaman satu-bulan-tua penyiraman dilakukan 3 x /minggu. Jika tanaman sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan karena kurangnya air dapat menyebabkan hilangnya buah.
  • Tanaman durian akan membutuhkan banyak air setelah panen yang diperlukan untuk memulihkan tanaman kembali ke kondisi normal.

Pemupukanpadatanamanyangbelumberbuah, dilakukan dengan dosis sbb :

Pemupukan NPK (15:15:15) dilakukan 2 kali/tahun, dengan dosis sbb :

  • Tanaman umur 1 tahun, dosis pupuk NPK 40 – 80 gr/pohon/tahun.
  • Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150 – 300 gr/pohon/tahun.
  • Tanaman umur 3 – 4 tahun, dosis pupuk NPK 400 – 600 gr/pohon/tahun.

Pupuk organic/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20kg/pohon.

Pemupukan pada tanaman yang sudah menghasilkan/berbuah, dengan dosis/pohon sbb :

  • Sesudah pemangkasan, pupuk organik 40-60 kg, urea 670 gr, SP-36 890 gr, KCl 530 gr
  • Saat pucuk mulai menua, urea 335 gr, SP-36 445 gr, KCl 265gr
  • Dua bln setelah pemupukan kedua, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr
  • Saat muncul bunga, urea 45 gr, SP-36 225 gr, KCl 100 gr
  • Satu bulan sbelum panen, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150gr.

Cara Memupuk

Dibuat selokan melingkari tanaman dengan garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm dan tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan dan diratakan. Apabila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.

Pemangkasan Akar

  • Pemangkasan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, buah lebih keras dan lebih tahan lama.
  • Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil
  • tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari panen berkurang dan pertumbuhan terhambat.
  • Cara pemotongan: kedua sisi barisan pangkal batang.

Pemangkasan bentuk, dilakukan dengan :

  • Tanaman sudah berumur 1 tahun.
  • Pelihara satu batang utama, potong calon cabang primer yang tidak diinginkan (cabang dengan pertumbuhan terlalu panjang, tidak normal atau terserang hama & penyakit), cabang-cabang primer terpilih diatur jaraknya sekitar 40-60 cm.
  • Pertumbuhan cabang diarahkan supaya mendatar atau membentuk sudut sekitar 90 derajat dengan batang utama, dengan mengikat pucuk cabang dengan tali yang diberi pemberat.
  • Tunas-tunas liar yang tumbuh di cabang terpilih harus dipangkas dan sisakan 1-2 cm dari pangkal cabang.
  • Tinggi tanaman dipertahankan sekitar 4 m dari permukaan tanah dan cabang terendah berjarak 0,7-1 m dari permukaan tanah.
  • Oleskan pada bagian yang dipangkas dengan ter/meni/pestisida.

Pemangkasan pemeliharaan, dilakukan dengan :

  • Tanaman sudah mulai berproduksi pertama.
  • Memangkas cabang bersudut kecil, cabang dan ranting yang terserang hama & penyakit. Pemangkasan ranting pada cabang besar/produktif dibersihkan dengan menyisakan 1/3 bagian ujung.
  • Memangkas cabang/tunas liar yang tumbuh tidak pada tempatnya.
  • Memangkas dahan dan ranting yang rapat, bersilangan atau tersembunyi/terlindung.
  • Memangkas dahan dan rantingyang lemah serta tajuk bagian atas yakni turun 1 ruas pada ujung ranting (terminal).
  • Memangkas dahan dan ranting yang pertumbuhannya ke arah dalam tajuk atau ke arah bawah.
  • Pertahankan ketinggian optimal 3-4 m atau 5-6 m.
  • Oleskan pada bagian yang dipangkas dengan ter/meni/pestisida.

Penyerbukan buatan, dilakukan dengan :

  • Mengumpulkan serbuk sari dalam kantong plastic bersih dengan menggoyang-goyangkan bunga atau disapu dengan kuas halus.
  • Melakukan penyerbukan buatan pada malam hari jam 19.00-21.00, dengan mengoleskan serbuk sari ke kepala putik memakai kuas halus.

Penjarangan Buah

Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Baca Juga :

Penjarangan dilakukan secara :

Penjarangan secara mekanis, dilakukan :

  • Pada saat buah sebesar bola tenis dengan menyisakan tiap dompol 1-2 buah dengan bentuk normal, sehat dan bebas dari hama dan penyakit,
  • Buah tidak saling bersinggungan dengan membuat jarak antara dompol dalam satu cabang 20-30 cm.

Penjarangan kimiawi, yaitu dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya.

Hama

Penggerek buah bagian yang diserang buah.
Gejala, buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua. Pengendalian dilakukan dengan cara :

Kultur teknis yaitu :

  • Membungkus/membrongsong buah terpilih sejak dini.
  • Pengasapan di bawah pohon pada sore hari untuk mengusir imago.
  • Mekanis yaitu, mengumpulkan buah yang terserang hama dan gugur untuk dimusnahkan/dikubur
  • Biologis yaitu, menggunakan semut rang-rang untuk mengusir imago atau menggunakan musuh alami lain yaitu lalat Tachinidea (Argyroplax basifulfa), Ventura, sp.

Panen 

Panen dilakukan ketika buah sudah tua dan sudah mulai tercium baunya lalu sudah ada buah yang mulai jatuh karena tua dan matang.

Sumber : bp2sdmk.dephut.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 8 Tahap Panduan Lengkap Cara Budidaya Durian Produksi Tinggi Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca TutorialTani.Com Aminnn … 🙂