8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Penghasilan

Posted on

TutorialTani.Com – Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis tanaman yang dikenal luas di daerah tropis. Tanaman milik suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber protein nabati dalam makanan tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan tanaman legum yang paling penting yang ketiga, setelah kedelai dan kacang tanah.

Kacang hijau memiliki kandungan protein yang tinggi dan merupakan sumber penting mineral, termasuk kalsium dan fosfor. Sementara lemak adalah asam lemak tak jenuh. Lain halnya dengan Budidaya Kacang Panjang

Kacang Hijau

Kandungan kalsium dan fosfor dalam kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang. Kacang hijau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah di kacang hijau membuat makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah bau. Lain halnya dengan Budidaya Kacang Buncis , Untuk melaksanakan budidaya kacang hijau ulasanya lihat di bawah.

8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Penghasilan

Syarat Tumbuh

Tanah

  • Tekstur Tanah adalah jenis tanah Liat berlempung banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainase yang baik.
  • Struktur tanah gembur
  • Ph 5,8 7,0 optimal 6,7

Iklim

  • Curah hujan optimal 50 – 200 mm/bln
  • Temperatur 25o – 27o C dengan kelembaban udara 50 – 80% dan cukup mendapat sinar matahari.

Baca Juga :

Tahap-Tahap Dalam Budidaya Kajang Hijau

Benih dan Varietas

  • Semua varietas kacang hijau yang telah dilepas cocok ditanam di lahan sawah maupun tegalan.
  • Varietas terbaru tahan penyakit embun tepung dan bercak daun seperti Sriti, Kutilang, Perkutut, dan Mural dapat dianjurkan untuk ditanam pada daerah yang endemik penyakit tersebut.
  • Kebutuhan benih sekitar 20 kg/ha dengan daya tumbuh 90%.

Pengelolaan Tanah

  • Di bekas tanaman padi sawah di lakukan pengolahan tanah (TOT). Persiapan tanah yang baik dilakukan sebelum penanaman.
  • Dalam lahan yang bertekstur ringan pengolahan tanah tidak perlu.
  • Pada lahan kering (tegalan) dilakukan budidaya intensif tanah dibersihkan dari rumput dan gulma, mencangkul tanah hingga gembur, untuk pembajakan tanah berat kering dilakukan dalam 15-20 cm, terbuat dari plot atau petakan 3-4 m.
  • Bekas tanaman jagung lahan kering, kedelai atau padi gogo perlu pengolahan tanah minimal.
  • Pemberian mulsa jerami sekitar 5 ton/ha untuk menekan pertumbuhan gulma, mencegah penguapan air dan perbaikan struktur tanah.

Penanaman

Waktu Tanam

Pada lahan sawah tanaman kacang hijau ditanam pada musim kemarau setelah padi. Sedangkan dilahan tegalan dilakukan pada awal musim hujan. Lain halnya dengan Budidaya Kacang Tanah

Cara Tanam

Benih ditanam dengan cara tugal, dengan jarak 40 cm x 10 cm atau 40 cm x 15 cm, tiap lubang diisi 2 biji.

Pemupukan

  • Pada lahan sawah bekas tanaman padi tidak perlu dilakukan pemupukan.
  • Pada lahan kering diperlukan pemupukan dengan NPK.
  • Pada tanah yang kurang subur dilakukan pemupukan 45 kg Urea + 45 – 90 kg TSP + 50 kg KCL/ha.
  • Penambahan pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang dapat meningkat kapasitas menahan air didalam tanah.

Pengairan

Tanaman kacang hijau relatif tahan kering, tapi masih memerlukan penyiraman, terutama pada periode kritis pada saat perkecambahan, sebelum berbunga dan pada masa pembentukan polong. Lain halnya dengan Budidaya Kacang Buncis

Penyiangan

Penyiangan dilakukan sedini mungkin karena kacang hijau tidak tahan bersaing dengan gulma. Penyiangan dilakukan 2 kali pada 2 dan 4 minggu.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama

  • Hama yang sering menyerang adalah agromyza phaseolli (lalat kacang) meruca testualitis, spidoptera sp,
  • Plusia chalsites (ulat) dan kutu trips.
  • Pengendalian hama dilakukan dengan menggunakan varietas unggul yang tahan hama penyakit.
  • Penggunaan pestisida dilakukan apabila serangan hama tidak dapat dikendalikan dengan cara biologi.

Penyakit

  • Penyakit kacang hijau yang sering ditemui antara lain Scierotium rolfsii, Cercospora Canescens (bercak daun).
  • Pengendalian dilakukan dengan menanam varietas yang tahan penyakit atau dengan menggunakan fungisida.

Panen dan Pasca panen

Panen

Varietas kacang hijau dipanen sesuai dengan umur, Tanda-tanda lain kacang hijau yang siap panen, polong berubah warna dari hijau menjadi hitam atau coklat dan kering. Penundaan panen dapat mengakibatkan polong pecah di lapangan budidaya. Panen dilakukan dengan cara di petik. Panen dapat dilakukan satu, dua atau tiga kali tergantung pada varietas. Jarak antara pertama dan kedua panen 3-5 hari. Lain halnya dengan Budidaya Kacang Merah

Pasca Panen

Pengeringan polong dilakukan selama 2-3 hari di bawah matahari. Pembijian dilakukan secara manual yang ditumbuk dengan tongkat kayu. Pembijian dibawa dalam tas atau karung untuk menghindari kehilangan hasil. Pembersihan biji polong dari kulit yang dibawa oleh Tampi. Kacang hijau sebelum disimpan di keringkan kembali hingga mencapai toko kering kadar air 8-10%.

Di kutip dari sumber : sulsel.litbang.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 8 Panduan Lengkap Cara Budidaya Kacang Hijau Untuk Meningkatkan Penghasilan Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca TutorialTani.Com Aminnn … 🙂