6 Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Jamur Kancing

Posted on

TutorialTani.Com – Jamur kancing Agaricus bisporus, atau di sebut juga jamur champignon berbentuk hampir seperti tombol bulat dan putih bersih, krem, atau coklat. Jamur kancing adalah jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Jamur kancing yang umum digunakan dalam berbagai masakan Barat seperti omelet, pizza, kaserol, gratin, dan selada. Jamur kancing memiliki aroma unik, ada beberapa orang yang menyebutnya sedikit manis atau seperti “daging”. Tombol segar jamur bebas lemak, bebas sodium, dan kaya akan vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori.

Jamur Kancing

Persiapan bibit Jamur Kancing

  • Bagi pembudidaya skala rumah tangga, dianjurkan menggunakan bibit F3 yang dapat langsung ditebar pada media tanam dan dibudidayakan hingga masa pemanenan tiba.

Tahap budidaya Jamur Kancing

  • Tahapan dalam budidaya jamur kancing hampir sama dengan budidaya jamur merang yakni sebagai berikut :

Menyiapkan media tanam Jamur Kancing

  • Siapkan jerami padi (100%), kapur pertanian (2,5%), dan bekatul (3%). Untuk menyuplai unsur Nitrogen, Posphor, dan Kalium, media perlu ditambah Urea (0,9%), ZA (1%), dan TSP (1,2%) dari berat jerami padi.

Pengomposan

Tujuan pengomposan adalah untuk mematikan jamur liar. Cara yang dapat dilakukan antara lain :

  • Jerami padi dipotong-potong 10 – 15 cm, cuci bersih,dan tiriskan hingga kelembapan jerami sekitar 65%.
  • Susun jerami dengan tumpukan 10 – 15 cm, kemudian tebarkan campuran media yang terdiri dari bekatul dan kapur di atas jerami. Susun lapisan media berselang seling antar jerami dengan campuran bekatul dan kapur.
  • Esok harinya, campuran media dibolak balik hingga merata dan tambahkan urea 0,9%. Bila kelembapan media tanam kurang, dapat ditambahkan air secukupnya.
  • Pada hari ke 6 tambahkan ZA 1%, kemudian media di aduk-aduk. Pada hari ke 10, tambahkan TSP 1,2%, media di aduk-aduk, kemudian diamkan hingga hari ke 12 – 17.

Sterilisasi media tanam di dalam rumah kumbung

Sterilisasi media tanam bertujuan untuk menyempurnakan proses pengomposan dan menghilangkan gas-gas beracun. Tahapannya adalah :

  • Tebarkan media tanam yang telah dikompos secara merata di atas rak-rak tanam yang telah disiapkan di dalam rumah. Ketebalan media tanam sekitar 15 – 20 cm.
  • Alirkan uap panas yang berasal dari perebusan perebusan air di pembangkit uap ke dalam kubung. Naikkan suhu secara bertaqhap, dan ketika suhu mencapai 60o – 65o C, pertahankan selama 12 jam.
  • Setelah suhu mencapai 65o – 75o C, ventilasi rumah kumbung dibuka agar suhunya turun menjadi 40o – 45o C. Jaga suhu agar tetap stabil pada kisaran 40o – 45o C selama 70 jam.
  • Selanjutnya, segera akhiri proses sterilisasi dengan cara membuka ventilasi udara hingga suhunya menjadi 32o C.
  • Sterilisasi dapat pula dilakukann di rumah pengomposan. Cranya, tutup tumloukan kompos dengan plastik dan tungu hingga suhu mencaoai 60o C dan pertahankan selama 12 jam.
  • Selanjutnya pindahkan kompos ke rumah kumbungg dengan suhu 47o – 50o C, pertahankan suhu tersebut selama 40 jam. Kemudian lakukan pendinginan hingga suhu mencapai 32o C.

Penanaman Bibit Jamur Kancing

Setelah suhu turun hingga 32o C, bibit jamur champignon siap untuk ditanam dengan cara menebarkannya langsung ke rak-rak tanam yang telah diisi media. Tinggi rak tanam 15 – 20 cm, panjang 3 m dan lebar 1 meter. Untuk ukuran rak tersebut, diperlukan bibit jamur 10 – 14 botol dengan isi 220 cc. Setelah 12-14 hari miselium mulai tumbuh. Di dataran tinggi suhu ideal 28.8o – 30o C, dan untuk dataran rendah jamur champignon perlu suhu ideal 24.4o – 26.6o C dengan kelembapan 90 – 100%.

Casing 

Casing adalah proses pelapisan tanah setebal 3-5 cm di atas media tanam yang telah ditumbuhi miselium. Tujuan casing untuk menstimulir pembentukan tubuh buah, mengurangi kerusakan kompos, membantu pertumbuhan jamur, dan membantu mengurangi penguapan air.

Tanah untuk casing harus tanah berwarna cokelat dan berpori, pH nya 6,2 – 8, dan bebas dari hama dan penyakit. Tanah ini kemudian disterilisasi pada suhu 70o C selama 3-4 jam, atau diberi 2 liter formalin 40% per meter kubik tanah. Setelah 9 – 14 hari dari saat casing, tubuh buah biasanya sudah mulai muncul. Untuk mempercepat proses pertumbuhan jamur champignon, bukalah ventilasi di rumah kumbung. Tiga hari kemudian jamur champignon sudah bisa dipanen.

Panen

Panen jamur harus dilakukan pada tepat waktu jika tidak tepat waktu maka jamur akan mengalami layu dan busuk dan tidak dapat di pasarkan lagi. Jika tau cara menyimpan dan merawat jamur hasil dari panen maka jamur akan dapat bertahan lama.

Sumber : cybex.pertanian.go.id

Demikian Sajian Tentang 6 Panduan Lengkap Dan Mudah Cara Budidaya Jamur Kancing Semoga Dapat Bermanfaat Buat Para Pembaca TutorialTani.Com Amin …. 🙂