10 Teknik Mudah Cara Budidaya Jeruk Manis Berkualitas

Posted on

TutorialTani.Com – Jeruk adalah semua anggota tumbuhan berbunga dari suku Rutaceae Citrus suku jeruk-jerukan. Anggota dengan buah berdaging berbentuk pohon dengan rasa asam segar, meskipun banyak anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa asam sitrat berasal dari kandungan asam yang terkandung dalam semua anggotanya.

Jeruk

Selain untuk makanan pencuci mulut jeruk merupakan buah yang menjadi sumber utama vitamin C dalam jenis buah-buahan. Jeruk juga merupakan buah yang laris dalam kalangan masyarakat di semua kelas baik kelas bawah maupun kelas atas karena jeruk juga mempunyai nilai ekonomi dan nilai bisnis yang tinggi.

10 Teknik Mudah Cara Budidaya Jeruk Manis Berkualitas

Berikut adalah tatacara dalam budidaya jeruk

Syarat Tumbuh

Iklim, tanaman jeruk memerlukan iklim di mana kecepatan angin tidak lebih dari 40-48% untuk bunga dan buah tidak jatuh keluar. Untuk daerah yang intensitas tinggi dan kecepatan angin penahan angin tanaman yang lebih baik ditanam baris tegak lurus dengan arah angin.

Tanaman jeruk memerlukan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah yang diperlukan untuk pengembangan bunga dan buah sehingga tanah tetap lembab. Tanaman jeruk di Indonesia membutuhkan air yang cukup, terutama di bulan Juli-Agustus. Suhu optimal antara 25-30 ° C, tapi ada masih bisa tumbuh normal pada 38 ° C

Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Kelembaban optimal untuk pertumbuhan tanaman adalah sekitar 70-80% RH. Ketinggian cocok antara 1-700 m di atas permukaan laut.

Media tanam, tanah yang baik untuk tanaman jeruk lempung untuk lempung berpasir dengan fraksi liat 7-27%, 25-50% dari debu dan pasir <50%, cukup humus, air dan sistem udara baik. Andosol Latosol jenis tanah dan cocok untuk budidaya jeruk. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5,5-6,5 dengan pH optimum 6.

Pedoman Budidaya

Pembibitan, bibit jeruk biasa berasal dari perbanyakan vegetatif berupa ujung tunas okulasi. Bibit yang baik bebas penyakit, subur, diameter batang antara 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut memiliki banyak, akar tunggang berukuran sedang dan benih bersertifikat penangkaran bibit.

Baca Juga :

Teknik Penyemaian Bibit

Cara Generatif

Biji diambil dari buah dengan memeras buah yang telah dipotong. Biji kering di tempat yang tidak terkena selama 2-3 hari sampai lendirnya hilang. Daerah pembibitan memiliki tanah yang subur. 30-40 cm tanah diolah dan plot persemaian siap mengukur 1,15-1,20 m membentang dari utara keselatan. Jarak plot 0,5-1 m. Sebelum penanaman, pupuk kandang berlaku untuk 1 kg/M2.

Bibit ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram dengan air. Setelah penanaman, atap pembibitan. Menanam benih pindah ke polybag dengan ukuran 15 x 35 cm, setelah bibit tinggi mencapai ketinggian 20 cm pada usia 3-5 bulan. Media tumbuh dalam kantong plastik yang terbuat dari campuran pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 2: 1 atau pupuk kandang, sekam padi, pasir dengan perbandingan 1: 1: 1.

Cara Vegetatif

Sebuah metode yang umum adalah penyambungan tunas pucuk dan menyisipkan mata tempel (Stek). Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah onderstam/batang bawah yang dipilih dari buah jeruk dengan akar yang kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan, tahan kekeringan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda.

Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh peternak berasal dari citroen Jepang, Rough lemon, Cleopatra, Troyer citrange dan Carizzo citrange.

Penyiapan Media Tanam dan Teknik Penanaman

Tanaman jeruk yang ditanam di lahan sawah kemiringan tanah / lahan kering. Jika ditanam di daerah perbukitan perlu dibuat sengkedan / teras. Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari sisa-sisa tanaman. Jarak bervariasi untuk setiap jenis jeruk, jeruk manis untuk jarak antara lain 5 x 5 m atau 7 x 7 m. Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah.

Bagian tanah di tanah dipisahkan dari lapisan atas tanah (25 cm). Berasal dari lapisan atas tanah dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Setelah penanaman, tanah dikembalikan ke tempat asalnya. Tidur (pegunungan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah.

Teknik penanaman jeruk dilakukan dengan menanam bibit jeruk di musim hujan atau musim kemarau jika air yang tersedia untuk menyiramnya, tetapi harus ditanam pada awal musim hujan. Sebelum penanaman, hal itu harus dilakukan :

  • Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan;
  • Pengurangan akar;
  • Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. Kemudian bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya.

Masukan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari busuk batang. Sebelum produksi tanaman dan editorial membayangi satu sama lain, tanaman dapat ditanam antara kedua kacang-kacangan / sayuran. Setelah kanopi menutupi satu sama lain, antara tanaman diganti oleh rumput / legum penutup tanah yang juga berfungsi sebagai penambah nitrogen untuk tanaman jeruk.

Pemeliharaan Tanaman

Penyulaman

Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

Penyiangan

Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.

Pembubunan

Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

Pemupukan

Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut :

1 bulan : Urea=100; ZA=200; TSP=25; ZK=100; Dolomit=20; P.kandang=20 kg/tan.
2 bulan : Urea=200; ZA=400; TSP=50; ZK=200; Dolomit=40; P.kandang=40 kg/tan.
3 bulan : Urea=300; ZA=600; TSP=75; ZK=300; Dolomit=60; P.kandang=60 kg/tan.
4 bulan : Urea=400; ZA=800; TSP=100; ZK=400; Dolomit=80; P.kandang=80 kg/tan.
5 bulan : Urea=500; ZA=1000; TSP=125; ZK=500; Dolomit=100; P.kandang=100 kg/tan.
6 bulan : Urea=600; ZA=1200; TSP=150; ZK=600; Dolomit=120; P.kandang=120 kg/tan.
7 bulan : Urea=700; ZA=1400; TSP=175; ZK=700; Dolomit=140; P.kandang=140 kg/tan.;
8 bulan : Urea=800; ZA=1600; TSP=200; ZK=800; Dolomit=160; P.kandang=160 kg/tan.
>8 bulan: Urea >1000; ZA=2000; TSP=200; ZK=800; Dolomit=200; P.kandang=200 kg/tan.

Pemangkasan

Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas mulai tumbuh 3-4 tunas memungkinkan seragam pada jarak yang nantinya akan membentuk kanopi pohon. Dalam pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki ranting atau kelipatannya 3-4.

Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

Pengairan Dan Penyiraman

penyiraman jangan menggenangi batang akar. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup dengan mulsa.

Penjarangan Buah

ketika pohon-pohon jeruk berbuah, penjarangan harus dilakukan agar pohon mampu mendukung berat pertumbuhan agar kualitas buah tetap terjaga. Buah dibuang meliputi buah yang sakit, yang tidak terkena sinar matahari dan buah kelebihan dalam satu tangkai. Buang buah pada akhir kelompok buah dalam tangkai utama dan hanya menyisakan 2-3 buah.

Hama dan Penyakit

Hama tanaman jeruk antara lain :

Kutu loncat (Diaphorina citri)

Serangan pada tangkai, kuncup daun, tunas, dan daun muda. Gejala penyerangan adanya tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian dengan menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, selain itu buang bagian yang terserang.

Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii)

Serangan terjadi pada tunas muda dan bunga. Gejala penyerangan seperti daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian dengan menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC), Dimethoate (Perfecthion, Rogor 40 EC, Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC), Phosphamidon (Dimecron 50SCW), dan Malathion (Gisonthion 50 EC).

Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella)

Menyerang daun muda. gejala penyerangan terlihat adanya alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/ daun muda mengkerut, menggulung, dan rontok. Pengendalian dengan cara menyemprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50 WP), Diazinon Basazinon 45/30 EC). Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

Penyakit Tanaman Jeruk

Embun Tepung

Disebabkan oleh jamur Odidium tingitanium, yang menyerang daun dan tangkai muda. Gejala serangan seperti tepung berwarna putih pada daun dan tangkai muda. Pengendalian menggunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC).

Kudis

Disebabkan oleh jamur Sphaceloma fawcetti , menyerang bagian daun, tangkai atau buah. Gejala serangan ditunjukkan dengan adanya bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian dengan pemangkasan teratur, dan penyemprotan fungisida Dithiocarbamate / Benomyl (Benlate).

Busuk Buah

Disebabkan oleh jamur Penicillium spp., Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Jamur ini menyerang buah yang ditandai adanya tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit buah jeruk. Pengendaliannya dengan menghindari kerusakan mekanis, celupkan buah ke dalam air panas/ fungisida benomyl, pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon.

Buah Gugur Prematur

Disebabkan oleh jamur Fusarium sp. , Colletotrichum sp., Alternaria sp., yang menyerang buah dan bunga dengan gejala gugurnya buah pada dua sampai empat minggu sebelum panen. Pengendaliannya dengan menggunakan Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol.

Panen

Ciri dan Umur Panen dan cara panen

Buah jeruk dipanen saat masak optimal, sekitar 8 bulan dari berbunga. Karakter buah siap panen buah saat ditekan dengan ibu jari dan jari telunjuk tidak merasa sulit, kulit kekuningan, kadar sari buah mencapai sekitar 35-40%.

Lakukan panen saat cuaca cerah, gunakan tangga kaki empat untuk mencapai buah yang tinggi, tangkai buah dipotong dengan gunting pemangkasan, masukkan ke dalam keranjang ditutup dengan kantong plastik. Rata-rata, setiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun, kadang-kadang sampai 500 buah per tahun.

Dikutip dari sumber : bantulkab.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Teknik Panduan Budidaya Kunyit Berkualitas Dan Bernilai Ekonomis Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca TutorialTani.Com Aminnn … 🙂