10 Cara Mudah Dan Lengkap Budidaya Kedelai Bermutu Tinggi

Posted on

TutorialTani.Com – Kedelai, atau juga di sebut dengan kacang kedelai, merupakan keluarga tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. tanaman yang sudah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Komoditas tanaman yang tinggi nilai ekonominya ini kini banyak di buru oleh para penggiat Usaha Kecil Menengah untuk di jadikan berbagai macam olahan.

Kedelai

Berikut Adalah Teknis Budidaya Kedelai Bermutu Tinggi

Varietas Unggul

Varietas Unggul Umur Genjah

Varietas kedelai yang berumur genjah (< 80 hari) antara lain : Gepak Ijo (76 hari), Gepak Kuning (73 hari), Grobogan (76 hari), Baluran (80 hari), Argomulyo (80 hari), Leuser (78 hari), dan Malabar (70 hari).

Varietas Unggul Umur Sedang

Varietas kedelai umur sedang (81-89 hari) antara lain : Burangrang (82 hari), Sinabung (88 hari), Kaba (85 hari), Tanggamus (88 hari), Sibayak (89 hari), Lawit (84 hari), Menyapa (85 hari), Ijen (83 hri), Panderman (85 hari), dan Rajabasa (85 hari), Gumitir (81 hari), Argopuro (84 hari), Detam-1 (84 hari), Detam-2 (82 hari).

Varietas Unggul Umur Dalam

Varietas kedelai umur dalam (90> hari) antara lain : Arjasari (98 hari),Seulawah (93 hari), Merubetiri (95 hari), Anjasmoro (92 hari), Mahameru (94 hari), Nanti (91 hari), Manglayang (92 hari), dan Ratai (90 hari).

Varietas Unggul Biji Besar

Varietas kedelai biji besar antara lain : Grobogan (18 g/100 biji), Arjasari (19,2 g/100 biji), Argopuro (17,80 g/100 biji), Gumitir (15,75 g/100 biji), Rajabasa (15 g/100 biji), Panderman (18 g/100 biji), Baluran (15 g/100 biji), Anjasmoro (15,3 g/100 biji), Mahameru 16,5 g/100 biji), Burangrang (17 g/100 biji), Detam-1 (14,84 g/100 biji) dan Argomulyo (16,0 g/100 biji).

Varietas Unggul Biji Sedang

Varietas kedelai biji sedang antara lain : Detam-2 (13,54 g/100 biji), Ratai (10,5 g/100 biji), Ijen (11,23 g/100 biji), Merubetiri (13 g/100 biji), Lawit (10,5 g/100 biji), Sibayak (12,5 g/100 biji), Nanti (11,5 g/100 biji), Tanggamus (11,0 g/100 biji), Kaba (10,37 g/100 biji), dan Sinabung (10,68 g/100 biji).

Varietas Unggul Biji Kecil

Varietas kedelai biji kecil antara lain : Gepak Ijo (6,82 g/100 biji), Gepak Kuning (8,25 g/100 biji), Seulawah (9,5 g/100 biji), dan Menyapa (9,1 g/100 biji).

Varietas Unggul Untuk Lahan Kering Masam

Varietas baru yang adaptif untuk lahan kering masam antara lain: 1) Varietas Tanggamus potensi hasil 2,8 t / ha, tahan penginapan, dan tidak mudah pecah, 2) Kemudian varietas dengan potensi hasil 2,50 t / ha, tahan penginapan, dan tidak mudah pecah, 3) varietas Ratai potensi hasil 2,70 t / ha, dan jatuh agak tahan, 4) berbagai Seulawah dengan potensi hasil 2,50 t / ha dan agak tahan jatuh, dan varietas dengan potensi hasil Rajabasa 3, 90 t / ha, tahan penginapan, dan adaptif pada lahan kering masam.

Varietas Unggul Toleran/tahan Terhadap Serangan Hama dan Penyakit

Varietas unggul baru yang tahan/toleran terhadap hama :

  • Gepak Ijo tahan terhadap serangan ulat grayak, Aphis sp, dan penggulung daun, dan Phaedonia sp,
  • Gepak Kuning agak tahan terhadap ulat grayak, Aphis sp, penggulung daun, dan Phaedonia sp,
  • Detam-2 agak tahan terhadap pengisap polong,
  • Detam-1 agak tahan terhadap pengisap polong, Argopuro agak tahan terhadap lalat kacang, pengisap polong, ulat grayak,
  • Rajabasa tahan terhadap penyakit karat daun,
  • Ratai agak tahan terhadap penyakit karat daun,
  • Panderman agak tahan terhadap ulat grayak,
  • Ijen agak tahan terhadap ulat grayak,
  • Anjasmoro moderat terhadap karat daun,
  • Mahameru moderat terhadap karat daun,
  • Nanti tahan terhadap penyakit karat,
  • Tanggamus moderat terhadap penyakit karat daun,
  • Kaba agak tahan terhadap karat daun,
  • Sinabung agak tahan terhadap penyakit karat daun,
  • Burangrang toleran terhadap penyakit karat daun,
  • Argomulyo teleran terhadap penyakit karat daun,
  • Pangrango tahan terhadap karat daun.

Syarat Tumbuh

Tanaman dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 230C – 300C, kelembaban 60% – 70%, pH tanah 5,8 – 7 dan ketinggian kurang dari 600 m dpl.

Persiapan Lahan

  • Tanah dibajak, digaru dan diratakan
  • Sisa-sisa gulma dibenamkan
  • Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m
  • Tanah dikeringanginkan tiga minggu baru ditanami

Saluran ini digunakan untuk mengurangi kelebihan air ketika tanah terlalu basah, dan sebagai saluran irigasi saat tanaman membutuhkan air ekstra.

Penanaman

Benih kedelai yang ditanam dengan tugal. Pada musim kemarau, lubang tanam harus lebih dalam untuk menghindari kekeringan, sementara di lubang tanam musim hujan harus dangkal untuk menghindari busuk akar karena tanah berlumpur.

Kebutuhan benih: 25-40 kg, tergantung pada ukuran benih. Semakin besar ukuran butir sebanyak benih yang dibutuhkan, jika tidak lebih kecil ukuran butir kurang kebutuhan benih.

Penanaman jarak: 40 cm x 25 cm atau 40 cm x 20 cm atau 40 cm x 15 cm atau 40 cm x 10 cm tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan umur tanaman. Semakin tinggi kesuburan tanah, jarak tanam harus digunakan lebih lemah dan sebaliknya semakin rendah tingkat kesuburan tanah harus menggunakan spasi ketat.

Demikian pula, pada usia varietas, varietas umur pendek (genjah), sebaiknya menggunakan jarak lebih padat (40 cm x 10 cm), varietas usia menengah harus menggunakan spasi menengah (40 cm x 15 cm), dan varietas yang usia (umur panjang), spasi digunakan lebih renggang (40 cm x 25 cm).

Di daerah tadah hujan, penanaman harus dilakukan tidak lebih dari 7 hari setelah panen padi. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan kelembaban tanah untuk perkecambahan benih. Dalam kondisi tanah kering, ada beberapa cara yang kerap dilakukan para petani antara pembuatan alat tugal dilengkapi dengan tangki air. Ini adalah alat yang efektif untuk benih berkecambah membantuk dalam kondisi tanah kering. Lubang yang dibuat pada musim kemarau harus lebih dalam.

Hal ini dimaksudkan untuk memperdalam akar tanaman, sehingga terhindar dari kekeringan. Sementara lubang tanam dibuat di musim hujan serta lebih dangkal. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari busuk akar karena kelembaban terlalu tinggi. Cara kedua yang bisa dilakukan pada musim kemarau ketika tanaman merendam benih sebelum tanam (3-8 jam) tergantung pada kondisi kadar air biji kedelai.

Pemupukan

Untuk bekas tanaman padi sawah, diberikan dosis yang cukup pupuk NPK dengan 200-300 kg / ha, tergantung pada kesuburan tanah. Untuk tanah kering bukan bekas tanaman padi kurang lebih sama terganung tingkat kesuburan tanahnya, Pemberian pupuk yang diberikan ditaburkan di antara deretan tanaman. Setelah pupuk ditabur segera disiram untuk menghindari reaksi karena pupuk tanaman kekeringan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tanaman kekeringan akibat penggunaan pupuk.

Pengairan

Pada awal pertumbuhan (15-21 hari), saat berbunga (umur 25-35 hari), dan ketika mengisi polong (55-70 hari umur) tanaman kedelai sangat sensitif terhadap kekurangan air. Pada fase ini tanaman harus diairi jika tidak hujan. Pada saat pemberian air, untuk mempercepat perembesan air ke seluruh bagian bidang, kemudian beberapa saluran air ditutup.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Pengendalian Hama

Ulat Grayak (Spodoptera litura L)

Serangga dewasa seperti ngengat (kupu-kupu) ulat grayak coklat bertelur dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 30-700 butir yang ditutupi bulu-bulu berwarna merah kecoklatan. Telur akan menetas tiga hari.

Caterpillar keluar dalam kelompok pada permukaan daun dan makan epirdermis daun, sedangkan ulat tua makan semua daun kecuali tulang daun, sehingga daun yang terserang dari kejauhan tampak putih. Ulat grayak aktif di malam hari. Kepompong terbentuk di tanah. Setelah 9-10 hari, pupa akan berubah menjadi dewasa ngangat (kupu-kupu).

Penggerek polong (Helicoperpa armigera)

Serangga dewasa atau kupu-kupu (H. armigera) bertelur tersebar satu per satu pada daun, tunas atau bunga di malam hari. Telur kuning muda, biasanya ditempatkan di tanaman berumur 2-minggu. Periode Telur 2-5 hari. Ulat muda memakan jaringan daun, sedangkan ulat instar tua memakan bunga, polong muda, dan biji.

Warna ulat bervariasi, hijau kekuning-kuningan, hijau, coklat atau kecoklatan. Kepompong terbentuk di dalam tanah setelah 12 hari. Gejala serangan umum ditandai dengan kepala dan bagian tubuhnya memasuki polong kedalam. Selain makan kacang polong, ulat muda juga menyerang daun dan bunga.

Penggerek polong kedelai (Etiella zinckenella)

Penggerek polong kedelai (E. zinckenella Treitschke) di Indonesia dua jenis E. zinckenella dan E. hobsoni. Kedua jenis penggerek polong mudah dibedakan dengan melihat tanda-tanda garis putih di tepi depan sayap imago E. zinckenella. Imago E. zinckenella bertelur pada tanaman polong di 15:00-03:00 dan 18:00-21:00 paling banyak. E.hobsoni sementara bertelur di 12:00-23:59 dan 15:00-17:59 paling banyak.

Penggerek polong kedelai dapat ditemukan pada permukaan kedelai sejak berbunga sampai panen. Telur dapat ditemukan dalam daun, bunga, batang, dan polong. Telur dan larva dapat ditemukan di polong muda untuk sumur tua pada batang atas, tengah, atau bawah.

Pengendalian menggunakan insektisida dilakukan ketika ada 2 ulat / tanaman atau jika tingkat serangan mencapai > 2,5%. Jenis Insekitisida yang dapat digunakan antara lain: Insektisida bahan permethrin aktif, cypermethrin, dll.

Kepik Polong/Kepik Coklat (Riptortus linearis)

Orang-orang dewasa dari kepik polong mirip dengan hama walang beras, coklat, dengan garis putih kekuningan di sepanjang sisi tubuhnya. Panjang tubuh 14-16 cm, meletakkan telur mereka dalam kelompok-kelompok di permukaan daun dengan dua baris. Setelah 6-7 hari, telur menetas menjadi kepik muda seperti semut merah. Siklus hidup Kepolong dari telur matang sekitar 29 hari.

Gejala serangan, kepik muda dan dewasa mengisap polong cair dan bibit dengan cara menusukkan kulit stiletnya terus benih polong dan kemudian menyedot benih cair. Serangan itu terjadi di fase pembangunan dan pertumbuhan polong menyebabkan polong dan biji menjadi kempis, kemudian mengering dan jatuh polong.

Kepik Hijau (Nezara viridula) Pengisap Polong

Hama kepik hijau adalah polyphagus hama yang dapat menyerang beberapa jenis tanaman, antara lain: beras, kedelai, kacang hijau, kacang-kacangan, kapas, dll telur diletakkan dalam kelompok-kelompok pada permukaan daun bagian atas, bawah, polong dan batang tanaman dengan rata-rata 80 butir. Telur menetas setelah 5-7 hari. Satu orang dewasa ekor serangga mampu bertelur sekitar 1100 telur. Nimfa keluar coklat kemerahan berkerumun dan kemudian keputihan hitam.

Kepik mulai datang menjelang tanaman pada saat berbunga. Nimfa dan dewasa merusak polong dan biji dengan cara menusuk dan mengisap cairan polong dan biji pada semua tahap pertumbuhan.

Kerusakan yang disebabkan oleh pod hisap penurunan hasil dan gabah kualitas. Kontrol dengan menggunakan insektisida yang direkomendasikan saat mencapai ambang kendali, yaitu: 1) ketika mencapai intensitas kerusakan > 2% dan 2) jika ditemukan sepasang serangga dewasa / orang dewasa di 20 rumpun tanaman.

Lalat Kacang (Agromyza phaseoli Tryon)

Serangga dewasa meletakkan telur pada kotiledon dan ada juga daun pertama dan kadang-kadang pada daun tua, tapi yang selalu terjadi adalah daun muda. Telur pertama menetas menjadi larva, larva menggerek ke dalam kotiledon menuju pangkal daun. Larva kemudian dilanjutkan ke kutikula dan jaringan batang memakan dan tanaman menjadi rusak.

Pengendalian Penyakit Tanaman Kedelai

Penyakit Busuk Akar

Penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur yang menyerang biji sebelum dan sesudah munculnya tanah dipermukan. Pembusukan pada akar dan batang tanaman layu penyebab selama perkecambahan dan tanaman dewasa. Gejala yng terjadi pada tanaman dewasa yang daun tepi pertama menguning dan layu lebih lanjut. Busuk akar ini dapat dikontrol dengan menggunakan bahan aktif fungisida mankozeb, Methyl tiofanat, Klorotalonil, dan Benomil.

Penyakit Busuk Batang

Penyakit busuk batang ini disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii Sacc. Jamur ini menyerang tanaman muda yang dikenal sebagai penyakit tanaman atau bibit muda penyakit meskipun dalam keadaan tertentu dan lingkungan yang memungkinkan patogen ini dapat menimbilkan kerusakan tanaman tumbuh di daun dan bahkan polong kedelai.

Gejala penyakit busuk batang tanaman yang sakit menunjukkan gejala penyakit berupa nekrosis pada jaringan floem pada pangkal batang. Nekrosis terjadi pada pangkal batang dekat permukaan tanah. Pada tanaman yang sakit menunjukkan gejala layu, berubah warna dasar sampai coklat kemerahan.

Jika tanaman ini dibiarkan berlanjut di rumah sakit di tanah yang lembab, maka dalam waktu 5-6 hari miselium akan muncul di permukaan tanah untuk membentuk kipas. Pada kurung berikutnya 5-6 hari, kemudian akan muncul Sclerotium muda putih kemudian semakin gelap dengan usia dan coklat kemerahan akhirnya dalam kondisi matang.

Pengendalian penyakit ini dapat digunakan mankozeb fungisida, Methyl tiofanat, Klorotalonil, dan Benomil. Penggunaan Trichoderma sp sebagai model kontrol menggunakan jamur antagonis yang efektif dan aman dari pengaruh dampak lingkungan.

Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi)

Wabah diperburuk oleh lamanya waktu daun dalam kondisi basah dengan suhu kurang dari 28 Co Perkembangan spora dan spora memerlukan penetrasi air gratis dan terjdi pada suhu 8-28 Co Uredia muncul 9-10 hari setelah infeksi dan urediniosproa diproduksi setelah 3 minggu. Dalam panjang kondisi lembab dan periode dingin yang diperlukan untuk menginfeksi daun dan sporulasi. Penyebaran urediniospora dibantu oleh hembusan angin dalam hujan. Patogen ini tidak ditularkan melalui biji.

Gejala timbul pada daun pertama dalam bentuk patch yang mengandung uredia (tubuh buah yang memproduksi spora). Patch ini berkembang menjadi daun di atasnya dengan meningkatnya umur tanaman. Bercak terutama terletak pada permukaan bawah daun. Dalam bentuk warna coklat kemerahan seperti warna karat. Bercak bentuk umumnya sudut jauh dari ukuran yang sama (1 mm). Patch ini juga terlihat pada batang dan tangkai daun.

Penyakit Bercak, Bercak Biji, dan Hawar Daun (Cercospora kikuchii)

Gejala pada daun, batang, dan polong sulit untuk mengakui bahwa dalam biji polong yang normal mungkin sudah terinfeksi. Gejala awal pada daun muncul ketika mengisi benih dengan penampilan ungu, ungu muda yang kemudian menjadi kasar, kaku, ungu dan merah.

Bercak tidak teratur berbentuk siku hingga ukuran bervariasi dari titik jarum hingga 10 mm dan menyatu menjadi patch besar. Gejala yang mudah diamati pada bibit yang terinfeksi dinaikkan bercak ungu. Benih menjalani perubahan warna dengan warna bervariasi dari merah muda pucat atau ungu untuk dalam titik ungu dan berbentuk ke titik pasokan dan diperbesar.

Jamur Cercospora kikuchii menghasilkan spora berlimpah pada suhu 23-27 Co dalam waktu 3-5 hari di jaringan yang terinfeksi termasuk biji. Penyakit ini tidak menurunkan hasil secara langsung, tapi menurunkan kualitas benih dengan bintik-bintik ungu yang kadang-kadang mencapai 50% dari permukaan benih.

Inokulum pertama dari biji atau jaringan tanaman terinfeksi yang berasal dari tanaman sebelumnya. Di bidang dengan suhu 28-30 Co dengan kelembaban tinggi cukup lama akan memacu perkembangan penyakit bercak daun dan hawar. Infeksi meningkat dengan meningkatnya panjang periode embun dan varietas awal-jatuh tempo akan gejala penyakit yang lebih parah.

Penyakit Virus Mosaik (SMV)

Tulang pada daun muda menjadi kurang jelas. Selanjutnya, keriput daun dan memiliki gambaran mosaik dengan warna hijau tua daun sepanjang tulang belakang. Klorosis daun tepi sering mengalami. Tanaman yang terinfeksi SMV benih ukuran yang lebih kecil dan jumlah biji berkurang sehingga hasil turun. Ketika penularan virus terjadi pada tanaman muda, mulai dari penurunan hasil 50-90%.

Siklus hidup dan penyakit Epidemiologi SMV dapat menginfeksi kacang-kacangan: kacang kedelai, kacang, kacang hijau, kacang hijau, kacang polong, dan orok-orok. Virus SMV tidak aktif pada suhu 55-70 Co dan tetap efektif pada daun kedelai kering selama 7 hari pada suhu 25-33 Co SMV partikel keras dimurnikan sebagai cepat degregasi. Kontrol lakukan adalah: varietas 1) tanaman tahan atau toleran, 2) Pengendalian vektor termasuk jenis kutu (Aphis sp), dan 3) mengontrol jenis tanaman inang lainnya termasuk jenis kacang-kacangan.

Panen Dan Pasca Panen

Panen

Pemanenan dilakukan ketika semua daun tanaman telah gugur, polong kuning / coklat, dan telah kering. Panen dilakukan dengan memotong batang memakai sabit. Hindari panen dengan mencabut tanaman untuk menghindari berbaur tanaman dengan tanah.

Perontakan dapat dilakukan dengan menggunakan Power Treser (thresher dengan menggunakan mesin) atau kayu pakai manual. Pengirikan dengan tangan harus menggunakan kayu yang tidak miring untuk menghindari pecahnya benih karena pukulan kayu .

Pasca Panen

Biji yang sudah dibersihkan, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari selama 3-5 hari tergantung pada kondisi cuaca. Untuk penyimpanan benih harus menggunakan kantong plastik dengan tingkat 10-12%. Hal ini bertujuan agar tahan lama dan tidak mudah terserang hama dan penyakit.

Biji yang akan digunakan sebagai benih harus mulai dari kadar air 9-10% dan disimpan dalam wadah tertutup seperti jergen atau drum jumlah terbatas benih. Sedangkan benih yang dikemas jumlahnya harus menggunakan plastik dengan ketebalan 0,2 mm dan kemudian dimasukkan ke dalam karung.
Di kutip dari Sumber : sulsel.litbang.pertanian.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Cara Mudah Dan Lengkap Budidaya Kedelai Bermutu Tinggi Semoga Dapat Bermanfaat Aminnn … 😀